Produsen Propolis 1 di Indonesia

Nano Blog

virus corona
News & Events Quick Tips

16 informasi dari WHO tentang virus corona

Virus corona atau Covid 19 yang telah menjadi virus epidemik di seluruh dunia ternyata banyak hal hal tidak jelas yang beredar di masyarakat

Dan di Indonesia sendiri sudah ada 96 orang yang positif terkena virus tersebut.

corona virus

Pemerintah kembali memberikan informasi terkini terkait jumlah pasien positif virus Corona Covid-19. Total, pasien positif Corona di Indonesia kini bertambah menjadi 96 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan tambahan pasien positif itu tersebar disejumlah wilayah di Indonesia. Sebaran itu melebar ada di DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Selain itu, Yurianto menuturkan, wilayah Jawa Barat juga masuk dalam sebaran pasien yang positif corona. Wilayah Jabar itu adalah daerah penyangga Jakarta dan termasuk di Kota Bandung. 

“Sebarannya melebar kita tahu di DKI Jakarta, Jabar sekitar DKI termasuk Bandung,” kata Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu 14 Maret 2020.

Ia menuturkan, untuk wilayah di luar itu, pasien positif corona juga ada di Tangerang, Jawa Tengah yaitu Solo, Yogyakarta, Bali, Manado dan Pontianak. Sedangkan, wilayah lain masih dalam tracing.

“Dengan sebaran tadi, ini harus kita waspadai untuk tracing lebih keras lagi,” ujarnya.

Yurianto menambahkan untuk mengatasi hal tersebut pihaknya bersama gugus tugas akan menggunakan pendekatan lain. Sebab tidak mungkin mengendalikan dengan cara seperti biasa.
 
“Ini penyakit virus yang bisa sembuh sendirinya, caranya dengan memperbaiki imunitas,” tambahnya.: sumber: viva news

Dikarenakan informasi tentang Covid-19 banyak beredar tidak jelas sumbernya, WHO mengeluarkan informasi bantahan beberapa informasi yang beredar di masyarakat. Dalam hal ini jangan mudah percaya dengan informasi dari pihak manapun tanpa validitas resmi.

Berikut informasi dari WHO:

  1. Iklim cuaca panas dan lembab (seperti Indonesia) tidak bisa mencegah Coronavirus.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah dengan sering membersihkan tangan. Hilangkan virus yang mungkin ada di tangan Anda dan hindari infeksi yang dapat terjadi saat menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda.

  • Cuaca dingin dan salju TIDAK BISA membunuh coronavirus baru.
  • Mandi air panas TIDAK mencegah Covid-19.
  • Coronavirus baru TIDAK DAPAT ditransmisikan melalui produk atau barang dari Cina atau negara mana pun di mana kasus telah dilaporkan.
  • Coronavirus baru TIDAK DAPAT ditularkan oleh gigitan nyamuk.
  • Hanya menggunakan pengering tangan Tidak efektif untuk membunuh coronavirus baru. Sebelum menggunakan pengering tangan, cuci tangan menggunakan antiseptik.
  • Jangan gunakan lampu ultraviolet (UV) untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya, karena radiasi ultraviolet dapat menyebabkan iritasi kulit.
  • Alat pendeteksi suhu panas tubuh tidak menjamin mampu mendeteksi Coronavirus. Jika orang yang terinfeksi sudah mengalami demam, alat ini cukup berguna. Namun, interval waktu seseorang terinfeksi hingga terjadi demam adalah 2 hingga 10 hari.
  • Jangan menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh Anda dengan maksud membunuh coronavirus. Yang harus dicatat, alkohol dan klorin mungkin berguna untuk mendisinfeksi permukaan, tetapi harus digunakan sesuai dengan rekomendasi yang tepat.
  • Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus corona baru. Namun, disarankan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan Anda.
  • Vaksin pneumonia tidak bisa melindungi Anda dari Covid-19, virus ini membutuhkan vaksin khusus. Hingga saat ini vaksin Covid-19 belum ditemukan, masih dalam tahap penelitian.
  • Air garam tidak bisa melindungi Anda dari infeksi Covid-19.
  • Bawang putih tidak bisa melindungi Anda dari infeksi Covid-19.
  • Orang dari segala usia berpotensi terinfeksi Covid-19. Orang dengan usia tua dan orang-orang dengan kondisi penyakit seperti asma, diabetes, penyakit jantung, lebih rentan karena kondisi kesehatan mereka buruk.
  • Obat antibiotik TIDAK efektif dalam pencegahan dan pengobatan coronavirus baru. Yang harus dicatat, antibiotik bekerja untuk melawan bakteri, sedangkan Covid-19 adalah virus.
  • Sampai saat ini, tidak ada obat khusus yang direkomendasikan untuk pencegahan atau pengobatan coronavirus baru (Covid-19). Namun, mereka yang terinfeksi virus harus menjalani perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati.

Sumber: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters?fbclid=IwAR0G6kvRsg2QuA8_uQh6xCMNSomyjpSD-dUu5dWy34X5mdYIPgZdpxIh9FQ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *