Produsen Propolis 1 di Indonesia
nano temulawak
obat herbal

Temulawak dengan nanoteknologi menjadi obat tradisional modern.

Nanoteknologi untuk herbal tentunya bisa membangkitkan obat tradisional di Indonesia menjadi lebih baik dan modern. Dengan nanoteknologi obat herbal sangat bisa bersaing dengan obat-obatan yang sejenisnya.

Karena Obat tradisional di Indonesia sangat banyak macam ragamnya, salah satu yang sangat terkenal adalah jahe, kunyit dan temulawak.

Ok!, sekarang kita focus untuk membahas temulawak.

Temulawak adalah tanaman asli Indonesia yang bentuknya mirip dengan kunyit. Tanaman yang ini, memiliki nama latin Curcuma Xanthorrhiza.

Sebagai tanaman monokotil, tanaman ini tidak memiliki akar rimpang. Rimpang adalah bagian batang yang terletak di bawah tanah. Rimpang juga disebut sebagai umbi akar atau umbi bakar. Diantaranya semua rimpang berjenis curcuma, rimpang tanaman inilah yang paling besar diantara tanaman lainnya.

Rimpang temulawak terdiri dari induk dan anakan, Rimpang induknya berbentuk bulat seperti telur dan berwarna kuning tua, sementara bagian dalamnya berwarna jingga kecoklatan. Dari rimpang induk ini keluar rimpang kedua yang lebih kecil dan tumbuh kesamping. Biasanya jumlah sekitar 3 sampai 7 buah.

Pada awalnya Curcuma Xanthorrizha banyak tumbuh di hutan terutama hutan jati bersama jenis tumbuh-tumbuhan lainnya, namun sekarang ini temulawak sudah banyak dibudidayakan didataran tinggi.

Temulawak sebagai bahan baku obat tradisional

Senyawa dalam temulawak

Banyak senyawa-senyawa yang baik didalam temulawak, dan temulawak terkenal akan mengandung kurkuminoid [merupakan pigmen warna kuning pada rimpang dan kunyit], minyak asiri, pati, protein, lemak, selulosa dan mineral. Pati merupakan komponen terbesar dalam rimpang temulawak. Pati biasanya berwarna putih kekuningan karena mengandung kurkuminoid.

Kandungan temulawak mengandung.

  • 0.37% Abu
  • 1.52% Protein
  • 1.35% Lemak
  • 0.80% Serat
  • 79.96% Karbohidrat
  • 15PPM Kurkumin
  • 11.45PPM Kalium
  • 6.38PPM Natrium
  • 19.07PPM Kalsium
  • 12.72PPM Magnesium
  • 6.38PPM Zat Besi
  • 0.82PPM mangan
  • 0.02PPM kadmium

Ada lagi nih zat aktif yang terkandung dalam rimpang temulawak, yaitu:

  1. Germakon: Zat aktif yang berfungsi untuk anti radang dan juga dapat menghambat pembengkakan.
  2. P-toluilmetilkarbinol dan seskuiterpen d-kamper: zat aktif yang berfungsi sebagai meningkatkan dan merangsang cairan produksi empedu.
  3. Tumeron: Zat aktif yang sangat baik untuk antimikroba.

Temulawak dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional baik untuk kesehatan maupun untuk kecantikan.

Curcuma xanthorrihiza dapat dimanfaatkan sebagai obat, penyedap rasa makanan, minuman, serta pewarna alami makanan dan kosmetik. Manfaat temulawak juga sudah digunakan pada jaman dahulu kala untuk pengobatan masalah kesehatan dan perawatan kecantikan.

Jamu temulawak dengan lemon
Jamu temulawak dengan lemon

Mengatasi masalah kesehatan untuk pencernaan.

Manfaat temulawak dapat merangsang produksi cairan empedu di kantong empedu. Ini akan membantu pencernaan serta metabolisme makanan dalam tubuh.

Menurut para ahli, temulawak dapat menyembuhkan perut kembung, membantu pencernaan tidak lancar dan meningkatkan nafsu makan.

Sebuah study yang dipublikasikan Jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology meminta pasien yang mengalami peradangan usus untuk mengkonsumsi temulawak setiap harinya. Hasilnya, kelompok pasien tersebut mengalami proses penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan kelompok pasien yang tidak mengkonsumsi temulawak.

Mengatasi Osteoarthitis

Manfaat temulawak lainnya, yaitu membantu pasien yang mengalami osteoarthitis. Osteoarthitis adalah penyakit sendi degeneratif, dimana sendi mengalami sendi-sendi menjadi terasa sakit dan kaku.

Hal ini juga dibuktikan dalam sebuah jurnal yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine. Di dalam jurnal tersebut menunjukan efek temulawak hampir sama seperti efek ibuprofen [obat penghilang rasa sakit] yang diberikan pada pasien osteoarthitis.

Mencegah dan membatu pengobatan Kanker

Walaupun masih kurangnya penelitian tentang temulawak untuk kanker, tetapi beberapa ahli percaya akan khasiat tanaman ini. Temulawak dapat berguna untuk pengobatan kanker prostat, kanker payudara dan kanker usus.

Sebuah riset pada tahun 2021, yang menyatakan bahwa temulawak dapat menghambat pertumbuhan serta perkembangan kanker prostat.

Para peneliti dari Universitas of Maryland Medical Center menjelaskan bahwa bahan-bahan herbal mungkin bisa membantu menghentikan pertumbuhan kanker berkat zat antioksidan yang terkandung didalam obat herbal, termasuk temulawak.

Obat Antiradang

Temulawak mengandung senyawa antiradang yang dapat menghambat produksi prostaglandin E2 yang memicu peradangan. Oleh karena itu, kandungan antiradang didalamnya membantu mengatasi penyakit akibat peradangan didalam tubuh seperti radang sendi.

Antibakteri dan antijamur

Temulawak mengandung berbagai senyawa antibakteri dan antijamur. Kandungan antibakteri dari temulawak memiliki manfaat terutama cukup efektif membasmi bakteri jenis staphylocoscus dan Salmonella. Sementara senyawa anti jamur cukup ampuh menghilangkan jamur dari golongan dermatofita.

Obat Jerawat

Temulawak didalam dunia kecantikan dapat digunakan sebagai obat anti jerawat. Ini karena temulawak memiliki sifat astringent. Antringent bermanfaat untuk mengurangi produksi minyak dari kelenjarnya. Selain itu, kandungan antiseptik didalamnya juga bisa membantu membersihkan kulit dari bakteri penyebab jerawat. jerawat akan bisa pulih jika sering mengkonsumsi temulawak.

Menjaga Kesehatan Liver

Menurut scientific research journal, ekstrak temulawak terbukti memiliki manfaat dalam melindungi hati dan hepatotoksin, seperti karbon tetraklorida dan acetaminophen. hepatoksin adalah bahan kimia yang menyebabkan efek buruk pada hati. Dengan begitu temulawak menjadi salah satu bahan alami yang bisa dijadikan pilihan untuk membantu menjaga kesehatan hati.

Obat Dierutik

Manfaat temulawak lainnya yaitu obat diuretik alami, diuretik merupakan zat yang membantu membersihkan tubuh dari garam [natrium] dan air, sehingga tidak terjadi penumpukan cairan didalam tubuh. Zat ini merangsang ginjal untuk melepaskan lebih banyak natrium kedalam urine.

Manfaat diuretik dalam temulawak ini juga akan mengambil kelebihan cairan dari pembuluh darah. Proses ini membantu mengurangi tekanan pada dinding pembuluh darah. Biasanya diuretik sangat dibutuhkan untuk membantu mencegah, mengobati dan memperbaiki masalah seperti:

  • Gagal jantung
  • Gagal hati
  • Pembengkakan jaringan (edema)
  • Masalah Ginjal

Antipasmodik

Minyak Curcuma xanthorrhiza ternyata memiliki manfaat sebagai antipasmodik merupakan golongan obat yang memiliki antipasmodik. Dilansir dari pusat informasi obat nasional, antipasmodik merupakan golongan obat yang memiliki sifat antirelaksan otot polos. Artinya obat ini bisa merileksasikan otot halus dan mencegah dari kejang.

Obat antiposmodik biasanya bermanfaat untuk mengatasi Irritable bowel Syndrome [IBS]. IBS adalah kondisi saat usus besar mengalami ganguan akibat kontraksi otot yang tidak normal. Akibatnya, orang dengan IBS akan mengalami berbagai gejala seperti:

  • Sakit Perut
  • Kembung
  • Diare
  • Kram Perut
  • Sembelit

Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari temulawak menjadi bahan baku obat tradisional yang bisa dijadikan suatu bisnis yang menguntungkan jika dikemas dengan baik dan dengan teknologi dalam pembuatan obat herbal tradisional dan supplement herbal kesehatan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Klik disini
Hello
Ada yang bisa kami bantu