Apa itu propolis?

Propolis adalah suatu zat resin yang dikumpulkan oleh lebah madu, dari aliran getah atau tunas pohon.

Warna propolis juga tergantung dari sumber tumbuhannya, namun biasanya coklat tua.

Komposisi kimiawi propolis

Pada dasarnya komposisi kimiawi bisa bervariasi tergantung dari mana bahannya dikumpulkan oleh lebah madu. Dalam penelitian dari lebah yang mengumpulkan madu dari poplar (Populus spp, section Aigerios), diambil kesimpulan bahwa kemiripan bahan ini, yaitu pinocembrin, pinobanksin, acetate, chyrsin, galangin, prenyl ester of caffeic dan ferulic acid serta kimiawi lainnya. Namun pohon yang berbeda akan menghasilkan komposisi yang berdeda pula.

sarang lebah penghasil propolis
sarang lebah penghasil propolis
Sejarah penggunaan Propolis untuk pengobatan

Awalnya pendeta Mesir kuno menggunakan propolis untuk mengawetkan mumi.

Ibnu sina sebagai Bapak Kedokteran Modern yang berasal dari Arab, mengidentifikasi propolis sebagai malam yang berwana gelap sebagai sisa kotoran dari sarang lebah, sementara malam yang berwarna bening dikenal bahan untuk membuat sarangnya lebah. Malam yang dari lebah madu yang berwarna gelap diketahui mempunyai sifat yang membersihkan. Namun Ibnu Sina memberikan catatan jika dicium akan menyebabkan bersin.

Bangsa Asiria kuno menggunakan dan mempercayai propolis sebagai obat untuk melawan kanker dan tumor. Sementara bangsa Yunani menggunakan propolis sebagai obat bisul.

Dalam pengobatan tradisional dari bangsa Georgia, ditemukan salep yang mengandung propolis untuk mengobati beberapa penyakit. Propolis digunakan untuk bayi yang baru lahir atau diusapkan ke mainannya. propolis juga digunakan untuk mengobati kutil, jika terjadi pernapasan dan juga kasus luka bakar dan angina. Manfaat propolis bisa ditelusuri oleh sifat antimikrobanya.

Propolis mendapatkan karakter kesehatannya dari kemampuannya menekan pertumbuhan bakteri, virus dan fungsi, serta kemampuannya meredakan inflamasi (radang). Beberapa percobaan terhadap tikus memperlihatkan propolis mampu memperbaiki pemulihan luka bakar, luka kecil, radang, infeksi, sakit gigi dan herpes kelamin.

Namun penelitian ini masih mentah dan penelitiannya tidak didesain dengan baik.

Menurut U.S National Library Of Medicine pengobatan yang mungkin bisa efektif dengan propolis adalah herpes di mulut, herpes di kelamin dan mempercepat penyembuhan serta mengurangi radang dan rasa sakit setelah operasi mulut.

Sementara untuk manfaat lainnya seperti sariawan, TBC, infeksi, kanker mulut dan tenggorokan, memperbaiki imunitas, borok, penyakit perut dan pencernaan, flu dan batuk, luka radang dan kondisi lainnya masih sedikit bukti yang didapatkan.

Walaupun begitu banyak penelitian-penelitian terbaru yang terus mengembangkan manfaat dari propolis tersebut.

Penelitian-Penelitan terbaru dari propolis

Salah seorang peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Dr. Eng. Muhamad Sahlan, S.Si, M. Eng., mengembangkan senyawa propolis asli Indonesia yang dihasilkan oleh lebah Tetragonula biroi aff, sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19).

Propolis tersebut terbukti memiliki komponen penghambat alami yang dapat digunakan untuk menghasilkan obat dengan efek negatif minimal baik terhadap tubuh manusia maupun sumber daya alam yang tersedia.

Sahlan menuturkan bahwa komposisi propolis tidak selalu sama di seluruh dunia. Pada penelitian ini, senyawa propolis berasal dari lebah Tetragonula biroi aff, perlu dipahami bahwa propolis memiliki karakteristik berbeda tergantung pada sumber tanaman dan lokasinya. Perbedaan sumber tanaman, lokasi, serta proses penelitiannya akan membedakan pula senyawa-senyawa propolis yang dihasilkan.

Sumber: https://www.ui.ac.id/ftui-kembangkan-propolis-sebagai-alternatif-pengobatan-corona/

Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Propolis Terhadap Efek Penyembuhan Luka Bakar Pada Kulit Punggung Kelinci Newzealand. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur konsentrasi ekstrak propolis asal Desa Oelpuah Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang yang paling efektif dalam penyembuhan luka bakar pada kulit punggung kelinci New Zealand. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen murni.

Sumber: https://media.neliti.com/media/publications/259680-pengaruh-konsentrasi-ekstrak-propolis-te-56643023.pdf

Penelitian tentang uji aktivitas antioksidan ekstra propolis terhadap radikal bebas DPPH dengan variasi jenis pelarut

Sampel propolis diperoleh dari Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Ekstrak propolis diperoleh dengan mengekstraksi sampel propolis dengan berbagai macam pelarut polar seperti air, etanol 70%, dan etanol 96% selama 6 hari.. Ekstrak yang diperoleh diuji kadar flavonoid dengan menggunakan kuersetin sebagai standar dengan penambahan pereaksi AlCl3 10% dan Natrium Asetat 1 M, dimana volume akhir dicukupkan dengan larutan Phosfat Buffer Saline pH 7,4. Larutan diukur kadar total flavonoid dengan menggunakan alat spektrofometer UV- Vis pada panjang gelombang 422,5 nm. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan radikal bebas DPPH. Dipipet masing- masing larutan uji sebanyak 500 µl, 1000 µl, 1250 µl, 1500 µl dari larutan stok yang telah dibuat ke dalam labu tentukur, lalu masing-masing ditambah 900 µL DPPH 0,4 mM dan dicukupkan volumenya dengan etanol absolut hingga 5 mL. Campuran tersebut diinkubasi pada suhu 37ºC ± 5ºC selama 30 menit kemudian diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum menggunakan spektrofotometer. Sebagai blanko, larutan DPPH 0,4 mM dipipet sebanyak 900 µL kedalam labu tentukur, kemudian ditambahkan etanol absolut hingga 5 mL dan diinkubasi pada suhu 37ºC ± 5ºC selama 30 menit

HASIL Hasil pengukuran total flavonoid terhadap ekstrak propolis diperoleh % flavonoid sebesar 5,01% dengan pelarut etanol 70%, 3,14% dengan pelarut etanol 96%, dan 1,04 dengan pelarut air (Tabel 1). Uji aktivitas antioksidan ekstrak propolis dapat dilihat pada (Tabel 2-4), dimana menunjukkan aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas DPPH dengan IC50 sebesar 78, 453 µg/ml untuk pelarut etanol 70%, 112,227 µg/ml untuk pelarut etanol 96%, dan 162,74 µg/ml untuk pelarut air. PEMBAHASAN Penelitian ini menemukan bahwa ekstrak etanol propolis dapat menghambat menghambat radikal bebas DPPH dengan aktivitas antioksidan yang dimilikinya. Hal ini berhubungan karena adanya kandungan senyawa flavonoid dalam ekstrak propolis.

Sumber: http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/0d51cd09e09fc2938c9e0b61be801325.pdf

propolis dari lebah madu
Lebah madu penghasil propolis

Manfaat kesehatan dari Propolis

  1. Menurunkan resiko darah tinggi: Konsentrasi lemak jahat pada darah mengakibatkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar. Peredaran darah pada jantungpun juga akan terganggu. Hal ini  akan membuat tekanan darah menjadi tinggi. Propolis sendiri mengandung antioksidan yang membantu meredam konsentrasi lemak yang ada pada darah, sehingga resiko darah tinggi akan menurun. 
  2. Mengatasi penyakit pada mulut: Mulut sangat mudah menjadi sarang virus dan bakteri ini berpeluang mendatangkan banyak penyakit yang menyerang mulut, infeksi pada mulut merupakan salah satu indikasi bahwa ada serangan dari kuman. Sebuah riset mengatakan kandungan dari propolis yang memiliki mineral, antibiotik herbal, vitamin, serta anti-viral diklaim sangat efektif untuk mengatasi bakteri pada mulut.
  3. Mengatasi penyakit pada tenggorokan: Sama halnya dengan mulut, tenggorokan juga rentan terhadap serangan bakteri karena tenggorokan berhubungan langsung dengan mulut. Kandungan antibiotik alami pada propolis dapat mencegah dan mengobati penyakit pada tenggorokan kita.
  4. Meningkatkan kekebalan (imunitas) tubuh: Propolis tidak hanya bisa dikonsumsi pada saat kita sakit, karena propolis memiliki perlindungan dari bakteri,  sehingga propolis berperan dalam menjaga tubuh kita dari virus, bakteri, dan penyakit. Propolis akan menstimulus diaktifkannya kelenjar thimuts  tubuh sehingga berguna untuk meningkatkan sistem imunitas pada tubuh kita.
  5. Sebagai antibiotik alami: Seperti yang sudah kita bahas tadi, propolis merupakan antibiotik alami dimana propolis tidak memiliki batas masa kadaluarsa. Pernyataan ini disebutkan dalam majalah antibiotik “VP Kivalkina”. Dengan sifat antibiotik alaminya, manfaaat propolis tentu untuk mengatasi infeksi pada bagian luar atau dalam tubuh.
  6. Menghilangkan rasa nyeri: Manfaat propolis lainnya adalah dapat menghilangan rasa nyeri. Dengan kandungan vitamin C dan bioflavonoid, propolis menjadi efektif untuk mengurangi bahkan menghilangkan rasa nyeri yang kerap timbul pada tangan, kaki, dan punggung, pada saat berolahraga atau melakukan aktivitas berat.
  7. Sebagai suplemen alami harian: Selain menjadi antibioitik alami, propolis juga sering digunakan sebagai suplemen alami yang dapat  kita konsumsi tiap hari. Propolis sendiri mengandung kandungan alami yang sangat baik dan memiki resiko yang sangat rendah. Kandungan kompleks pada propolis lebah seperti asam amino, vitamin, mineral, dan bioflavonoid menjadikan propolis ini sangat efisien dan efektif guna menjaga kondisi dan kebugaran tubuh kita.
  8. Mengatasi Tipes: Penyakit sejuta umat ini juga dapat diatasi dengan propolis yang memiliki sifat antifungal dan antibiotik alami tanpa resiko dan efek samping. Tipes adalah penyakit yang kerap terjadi akibat kelelahan dan serangan virus, yang sangat mudah diatasi oleh propolis.
  9. Detoksifikasi alami: Zat flavonoid pada propolis yang kaya  menjadi salah satu keunggulan propolis dibanding sumber-sumber makanan lainnya. Terlebih lagi kandungan seluruh vitamin pada propolis dapat membantu proses detoksifikasi atau pembuangan racun dimana hal tersebut akan mengurangi resiko kolesterol, stroke, asam urat, triglisterin,  dan masih banyak lagi.
  10. Mengatasi radikal bebas: Radikal bebas biasanya menyerang tubuh manusia melalui keadaan lingkungan yang kotor dan tidak sehat seperti banyaknya polusi udara, asap rokok, minuman berakohol, paparan sinar matahari, serta radiasi elektromagnet. Tingginya radikal bebas di dalam tubuh seseorang akan menghancurkan sel dan jaringan tubuh kita. Dampaknya tubuh kita menjadi gampang terkena penyakit seperti diabetes dan berbagai macam kanker. Kembali lagi senyawa flavonoid pada propolis dapat menangkal berbagai penyakit akibat radikal bebas. 

Baca juga: Potensi Anti Inflamasi pada propolis

Propolis sebagai suplemen andalan

Untuk yang alergi terhadap produk lebah madu dan turunannya agar tetap berhati hati mengkonsumsinya.

Semoga artikel ini bermanfaat